sempurnakan ramadhan dengan Al-Qur’an

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah  yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Sholawat beserta salam pun tak lupa kami sanjungkan kepada Nabi agung, Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabat setianya. Dibulan yang dimuliakan ini janganlah kita sia-siakan waktu kita untuk beribadah kepada-Nya. Mari kita hidupkan ramadhan dengan 

                                                                                                                     PEMBAHASAN

Sempernakan Ramadhan dengan Al-Qur’an

Bulan ramadhan…..                                          

Bulan yang mulia, penuh rahmat, ampunan, dan hidayah. Segala amal ibadah kita dilipat gandakan pahalanya, pintu-pintu maaf pun terbuka lebar. Membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Membaca Al-Qur’an juga lebih dianjurkan lagi ketika bulan ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan Al-Qur’an. Allah SWT. Berfirman:

ãöky­ tb$ŸÒtBu‘ ü“Ï%©!$# tA̓Ré& ÏmŠÏù ãb#uäöà)ø9$# ”W‰èd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3“y‰ßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur 4  …..”

Artinya:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.

Al-Qur’an adalah satu-satunya pesan samawi yang mampu menjaga orisinalitasnya sepanjang sejarah. Al-Qur’an telah mengarungi jalan panjang sejarah dengan selamat, selalu sesuai dengan zaman. Kitab ini terjaga dari segala bentuk manipulasi dan kerusakan zaman. Seperti firman Allah sebagai berikut:

$¯RÎ) ß`øtwU $uZø9¨“tR tø.Ïe%!$# $¯RÎ)ur ¼çms9 tbqÝàÏÿ»ptm: ÇÒÈ  

Artinya:                                                                                   

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Membaca Al-Qur’an ada dua macam: Membaca lafadnya (hurufnya) saja dan membaca lafadh serta hukumnya dengan mengimani serta mengamalkan isinya. Yang kedua inilah tujuan diturunkanya Al-Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman:”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha mensyukuri”.(Qs. Faathir:29-30)

Al-Qur’an mengandung berbagai obat dan kesembuhan bagi hati dan anggota tubuh lainnya dari segala penyakit.

Allah Ta’ala berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.(Qs. Yunus:57)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Israa’: 82)

Allah Ta’ala berfirman pula: Katakanlah: “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar (penyembuh) bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Fushshilat: 44)

Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an dan hatinya menyertainya dengan khusyu’, pasti akan mampu memandang kebenaran dan kebatilan, mampu membedakannya seperti ia mampu membedakan antara malam dan siang.

Beliau Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (al-Qur’an) mendapat satu kebaikan dan dilipat gandakan sampai sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf”. (HR. At-Tirmidzi).

Ada ikatan hakikat dan fisik antara turunnya Al-Qur`an dengan Ramadhan. Ikatan ini adalah selain Allah menurunkan Al-Qur`an di bulan Ramadhan, maka di bulan ini pula Allah mewajibkan puasa. Karena puasa artinya menahan diri dari hawa nafsu dan syahwat. Ini merupakan kemenangan hakikat spiritual atas hakikat materi dalam diri manusia. Ini berarti jiwa, ruh, dan pemikiran manusia pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan jasmani. Dalam kondisi seperti ini, ruh manusia berada di puncak kejernihannya, karena ia tidak disibukkan oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam keadaan paling siap untuk memahami dan menerima ilmu dari Allah Swt. Karena itu, bagi Allah, membaca Al-Qur`an merupakan ibadah paling utama pada bulan Ramadhan yang mulia.

Sedikitnya ada empat kewajiban kita terhadap Al-Qur`an. Pertama, hendaknya kita memiliki keyakinan yang sungguh-sungguh dan kuat bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkan kita kecuali sistem sosial yang diambil dan bersumber dari Kitab Allah swt., yaitu Al-Qur`an. Sistem sosial apapun yang tidak mengacu atau tidak berlandaskan Al-Qur`an pasti akan menuai kegagalan. Banyak orang yang mengatasi problema ekonomi dengan terapi tambal sulam. Sementara Al-Qur`an telah menggariskan aturan zakat, mengharamkan riba, mewajibkan kerja, melarang pemborosan, sekaligus menanamkan kasih sayang antarsesama manusia.

Kedua, kita wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat karib, kawan bicara, dan guru. Kita harus mendengarkannya, membacanya, dan menghafalnya. Jangan  sampai ada hari yang kita lalui sedangkan kita tidak menjalin hubungan dengan Allah SWT. Melalui Al-Qur’an. Allah berfirman: “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat”. (Qs al-A’raf: 204).

Hendaknya kita membaca Al-Qur’an secara rutin, meskipun sedikit, seperti sabda Rasulullah Saw :”Barangsiapa membaca satu huruf daufri Al-Qur’an, maka ia memperoleh satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh kali. Aku tidak katakana alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf”.(HR. Tirmidzi).

Kita pun harus berupaya untuk menghafal Al-Qur`an agar tidak diidentikkan dengan rumah kumuh yang hampir roboh. “Orang yang tidak punya hafalan Al-Qur`an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang hampir roboh” (HR Tirmidzi dari Ibnu ‘Abbas).

Ketiga, hendaknya kita merenung dan meresapinya. Jika hati kita belum dapat konsentrasi sampai pada tingkat menghayatinya, hendaklah kita berusaha untuk menghayatinya. Jangan sampai syetan memalingkan kita dari keindahan perenungan sehingga kita tidak dapat mereguk kenikmatan darinya.

Allah Swt. menjelaskan bahwa Al-Qur`an diturunkan untuk ditadabburi ayat-ayatnya dan dipahami maknanya. “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS Shaad: 29).

Ali bin Abi Thalib as. berkata, “Ketahuilah tidak ada kebaikan dalam ibadah kecuali dengan ilmu, tidak ada kebaikan dalam ilmu kecuali dengan pemahaman, dan tidak ada kebaikan dalam membaca Al-Qur`an kecuali dengan tadabbur.”

Keempat, kita wajib mengamalkan hukum-hukumnya lalu mendakwahkannya kepada orang lain. Inilah tujuan utama diturunkannya Al-Qur`an. “Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat” (QS Al-An’am: 155).

PENUTUP

Marilah kita jadikan Ramadhan kita sebagai bulan Al-Qur?an dengan membaca, mempelajari dan mengamalkannya. Semoga kita dapat meraih semua keutamaan tersebut dan mendapatkan kesuksesan di dunia dan di akhirat, amien…www.hatibening.com

WWW.UKHUWAHISLAMIAH.COM 

 

 

 

 

 


 


 


 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

 

 

 

 

 

                                                                          


 

 

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

 

 

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s